5 Kesalahan Umum Ketika Menulis Judul Postingan Blog yang Perlu Anda Tahu

5 Kesalahan Umum Ketika Menulis Judul Postingan Blog yang Perlu Anda Tahu5 Kesalahan Blogger Saat Menulis Judul Postingan Blog

Bisa dikatakan, judul sebuah postingan pada blog berperan sangat penting terhadap kesuksesan blog Anda. Judul postingan ini seolah menjadi pintu gerbang yang akan mengantarkan pembaca memasuki postingan yang Anda tulis.

Karena pentingnya peran judul postingan ini, Anda tidak bisa hanya membuatnya dengan sembarangan. Sayangnya, tak sedikit blogger yang sering melakukan kesalahan – kesalahan ketika membuat judul postingan blog ini.

Nah, untuk itu, berikut terdapat beberapa daftar kesalahan umum ketika menulis judul postingan blog yang perlu Anda ketahui.

1. Menambahkan Tanda Titik pada Akhir Judul

Kesalahan ini sering dilakukan para blogger dengan meletakkan tanda titik di akhir kalimat judul. Padahal, hal ini adalah sesuatu yang tidak benar. Pada sebuah judul, Anda tidak perlu menuliskan tanda titik seperti pada kalimat biasanya.

Contoh penulisan judul yang salah:
Cara Mudah Melakukan Optimasi Blog. (Cara ini salah karena menggunakan tanda titik di akhir judul)

Penulisan yang benar seharusnya :
Cara Mudah Melakukan Optimasi Blog

2. Judul yang Berupa Pertanyaan tidak Menggunakan Tanda Tanya

Terkadang, judul bisa juga dibuat dengan bentuk pertanyaan. Ketika Anda membuat judul berupa pertanyaan, maka Anda pun perlu meletakkan tanda tanya di akhir kalimat tanya pada judul tersebut.

Contoh penulisan judul yang salah :
Kurikulum 2013 Akan Dihapuskan, Apa Alasannya (Judul ini mengabaikan tanda tanya, padahal berupa pertanyaan)

Contoh penulisan yang benar:
Kurikulum 2013 Akan Dihapuskan, Apa Alasannya?

3. Tidak Tepat dalam Menerjemahkan Kata “How To”

Adakalanya, para blogger memilih judul dengan merujuk pada sumber berbahasa Inggris. Misalnya saja seperti pada konten How to. Sebagai contoh, “How to Get More Visitors in Your Blog”. Ketika Anda menerjemahkannya sebagai “Bagaimana Cara Mendapatkan Lebih Banyak Pengunjung di Blog Anda”, maka cara ini adalah salah.

Penulisan yang benar seharusnya “Cara Mendapatkan Lebih Banyak Pengunjung di Blog Anda”. Ini karena How to seharusnya diterjemahkan sebagai “Cara” dan bukannya “Bagaimana Cara”.

Identifikasi kalimat ini dapat dilihat ketika kalimat tersebut diterjemahkan dengan kata “bagaimana” maka seharusnya kalimat ini menggunakan tanda tanya karena berupa pertanyaan. Padahal, judul How to tidak menggunakan tanda tanya, artinya ini bukan kalimat tanya.

4. Menjamakkan Kata yang Telah Berbentuk Jamak

Membuat kata yang sudah jamak menjadi bentuk jamak lagi merupakan bentuk kalimat yang tidak efektif alias salah. Hal ini sering terjadi, padahal kalimat ini akan menjadi tidak baku dan kalimat tersebut akan memiliki makna berlebihan.

Contoh penulisan kata jamak yang salah:
7 Cara-Cara Membuat Blog Anda Laris Pengunjung
Banyak Anak-Anak Menghabiskan Lebih dari 12 Jam Sehari di Depan Gadget, Fenomena Apakah Ini?

Contoh penulisan kata jamak yang benar:
7 Cara Membuat Blog Anda Laris Pengunjung
Banyak Anak Menghabiskan Lebih dari 12 Jam Sehari di Depan Gadget, Fenomena Apakah Ini?

5. Menggunakan Kata Bersinonim Rangkap

Seringkali, judul dibuat dengan dua kata yang bersinonim atau bermakna sama. Penggunaan kata bersinonim rangkap ini merupakan bentuk yang tidak efektif dalam konteks kebahasaan yang baku.

Contoh penulisan yang salah :
Kerja Keras Adalah Merupakan Modal Utama Meraih Sukses di Masa Depan
Dari judul ini, kata “adalah” dan “merupakan” mepunyai makna yang sama atau bersinonim rangkap.

Penulisan yang benar seharusnya :
“Kerja Keras Adalah Modal Utama Meraih Sukses di Masa Depan” atau “Kerja Keras Merupakan Modal Utama Meraih Sukses di Masa Depan”

Author: 
    author

    Related Post

    Comments are closed.