6 Developer Lokal Yang Mengedukasi Anak Lewat Aplikasi dan Game

Dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang baik dalam internet, gadget serta industry aplikasi, ternyata Indonesia juga terkena dampaknya. Indonesia sendiri telah memiliki beberapa developer lokal yang hingga kini makin bermunculan dengan menciptakan berbagai macam aplikasi yang inovatif.

Dari sekian banyak developer lokal yang telah ada di Indonesia, diantaranya memiliki kategori dalam pembuatan aplikasi atau game yang mengedukasi bagi anak-anak.

Selain game yang dibuat untuk bersenang-senang, game edukasi ini juga tentunya mengharapkan agar game tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak.

Nah, kali ini kita akan membahas beberapa developer tersebut, Apa saja?yuk kita simak!

1. ARSA KIDS

Setelah berpengalaman dalam pengembangan game yang dilakukan Arsanesia, delevopel lokal yang berasal dari kota Bandung ini juga ikut menciptakan game edukasi untuk anak-anak yang dinamakan dengan Arsa Kids, yakni sejak bulan November tahun 2015 lalu.

3 Game dari Arsa Kids yang ditujukan untuk platform Android yaitu Pippo Belajar Bentuk, Pippo Belajar Huruf serta Virtual Stellarity: VR Edugame.

2. BAMBOOMEDIA

Yang kedua adalah developer bernama Bamboomedia, ya developer asal Bali ini sudah beroperasi sejak tahun 2000-an serta memiliki situs pribadinya sejak tahun 2011. Aplikasi dan game yang telah diciptakan mereka sudah lebih dari 80 judul, beberapa diantaranya ada yang gratis da nada yang berbayar.

Aplikasi yang mereka buat ini ada yang berkaitan dengan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia serta adapula yang berkaitan dengan Bahasa dan aksara Bali.
Beberapa aplikasi tersebut adalah Kids Read-English, Belajar Huruf dan Angka serta Learning Aksara Bali.

Selain aplikasi dan game, Bamboomedia juga melayani berbagai macam kebutuhan PC dan berbagai buku untuk pelatihan dalam bidang teknologi.

3. EDUCA STUDIO

Developer asal kota Salatiga ini telah mengembangkan 5 kategori produk yakni Mari Belajar Sambil Bermain (Marbel), Cerita Anak Interaktif dan Game Edukasi (Riri), Kisah Para Nabi (Kabi), Lagu-lagu anak dalam Bahasa Indonesia dan Inggris (Kolak) serta game kasual untuk anak diatas usia 5 tahun (Keong).

Jumlah aplikasi dan game yang telah mereka kembangankan telah lebih dari 250 judul, serta telah tersedia di beberapa platform seperti Android, Windows Phone hingga iOS secara gratis.

Selain itu, Educa Studio juga telah menerima beberapa kali penghargaan sejak tahun 2012 diantaranya juara pertama Rock Star Dev serta juara pertama dalam ajang INAICTA 2013.

4. LUMINOV

Lumonov merupakan developer yang berada di Jakarta Utara ini telah beroperasi sejak tahun 2010, selain mengembangkan berbagai aplikasi dan game edukasi untuk anak-anak mereka juga telah banyak melakukan kerjasama dengan beberapa korporat untuk membuat aplikasi.

Hingga kini Luminov baru mengembangkan 8 aplikasi, 5 diantaranya masuk dalam kategori edukasi anak yaitu Safe School, The Cup Food Indonesia, Aztec Run, Tooth Invaders serta Bawang Merah dan Bawang Putih.

Lalu 3 aplikasi lainnya masuk dalam kategori umum seperti Menta in Romance, Action RPG dan Legendary Altrone. Semua aplikasi yang dikembangkan Luminov ini dapat diunduh secara gratis untuk perangkat Android serta iOS.

5. QAJOO STUDIO

Selanjutnya ada Qajoo Studio developer yang bermarkas di daerah istimewa Yogyakarta ini telah beroperasi sejak tahun 2013, dinamakan Qajoo Studio karena terinspirasi dari filosofi kayu yang akan menjadi ukiran indah serta bernilai jika ditangan para ahlinya. Qajoo sendiri dilafalkan sebagai “kayu”.

Qajoo Studio memiliki 2 kategori yang telah mereka ciptakan yakni Cerita Rakyat Interaktif atau disingkat Ceri serta game yang berkaitan latar budaya Indonesia. Untuk Ceri, mereka mempunyai 4 cerita yakni tentang Bawang Merah dan Bawang Putih, Lutung Kasarung, Tupai dan Ikan Gabus serta Si Kancil.

Sedangkan untuk game-nya, yakni berjudul Cak Durae, Capture The Box, Run Princess Run dan Fahombo Nias Jump Stone. Semua aplikasi yang dikembangkan developer ini tidak dapat diunduh secara gratis, mereka memberikan harga pada tiap produknya.

6. HICCA STUDIO

Yang terakhir adalah developer dengan nama Hicca Studio yang berasal dari Yogyakarta, developer ini masih terbilang baru dalam industri pengembangan aplikasi di Indonesia.

Namun aplikasi yang dikembangannya cukup menarik dan berbeda dari yang lain karena berfokus untuk balita serta melatih sensor gerakan melalui aplikasi yang diciptakannya tersebut.

Hingga kini, Hicca Studio sudah memperoduksi sekitar 46 aplikasi yang didalamnya dapat membantu melatih anak belajar untuk mengeja, bernyanyi dan menari. Beberapa judul dari aplikasi yang mereka ciptkan adalah Story Books: Helping Komodo, Animal Sounds Uwa and Friends serta Draw for Kids: Fruits.

Dalam aplikasi Animal Sounds Uwa and Friends, Uwa merupakan tokoh utama berupa monyet dengan wajah lucu, sehingga aplikasi ini sangat menarik perhatian bagi anak-anak.

Author: 
    author

    Related Post

    Comments are closed.