4 Cara Mendapatkan Uang Dari Desain Dengan Lewat Grafis / Logo

Cara mendapatkan uang dari desain dengan lewat grafis logo tempat menjual di internet online kaos shutterstock kontes wilogo

Berbahagialah buat Anda yang memiliki kemampuan lebih di bidang desain grafis. Karena di era digital seperti sekarang ini, keahlian desain grafis sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan.

Kemampuan yang Anda miliki tersebut, tidak hanya dibutuhkan oleh lingkungan di sekitar Anda yang notabene kurang begitu menghargai kemampuan yang Anda miliki dengan memberikan imbalan yang relatif rendah untuk jasa desain yang telah Anda berikan.

Kemampuan tersebut juga bisa Anda jual kepada para customer yang ada di luar negeri dengan memanfaatkan jaringan internet, tentunya dengan imbalan yang sangat menggiurkan.

Bahkan, penghasilan yang bisa diperoleh seorang desain grafis bisa beberapa kali lipat lebih besar dibanding penghasilan rata-rata sesuai dengan standard di Indonesia.

Tentu saja untuk dapat bersaing dengan para desainer yang ada di seluruh dunia, tidak cukup dengan hanya mengusai kemampuan dasar desain grafis.

Bahkan skill tingkat advanced pun masih harus dibarengi dengan kreatifitas yang tinggi. Jika skill dan kreatifitas sudah dimiliki, terbuka peluang untuk menjadikan kemampuan desain grafis sebagai sandaran hidup.

Jika Anda salah satu dari sedikit orang yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang desain grafis, cara mendapatkan uang dari desain berikut ini dapat Anda coba:

  1. Menjadi Kontributor Situs Microstock
  2. Creative Marketplace
  3. Menjual Jasa di Website Freelancer
  4. Indirect Selling Design

1. Menjadi Kontributor Situs Microstock

Meski bisnis microstocker sudah cukup lama dikenal, namun desainer Indonesia masih belum banyak yang memanfaatkan keahliannya untuk menjual karya mereka di berbagai situs microstock, bahkan masih banyak yang belum tahu, seperti apa dan bagaimana bisnis microstocker tersebut.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa bisnis microstocker adalah bisnis jual beli karya-karya grafis, baik dalam bentuk foto, background dalam format vector, ilustrasi, template, ikon, karakter, dan berbagai bentuk karya grafis lainnya.

Penjualan karya grafis tersebut diwadahi oleh sebuah situs yang lebih dikenal dengan sebutan situs microstock.

Cukup banyak situs microstock yang ada sekarang ini, seperti shutterstock, Depositphoto, istockphoto, Dreamstime, 123rf, fotolia, serta yang lain.

Artinya, peluang bagi para desainer untuk dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar melalui kemampuan desain grafis cukup besar, karena wadah untuk menampung karya-karya mereka cukup banyak.

Selain itu, karya yang dihasilkan akan dapat menjadi sumber income yang tidak ada hentinya, karena karya tersebut dapat dijual berulangkali.

2. Creative Marketplace

Pasar kreatif yang mulai popular sejak tahun 2006 lewat peluncuran Flashden oleh Cyan Ta’eed dan Juni Rung menjadi alternative lain bagi para desainer untuk menjual karya-karya mereka.

Berbeda dengan bisnis microstocker, Creative Marketplace memiliki ruang lingkup yang lebih luas, serta persaingan dan kualifikasi yang lebih ketat, sehingga ketrampilan dan kreatifitas benar-benar diuji untuk dapat sukses di sini.

Situs-situs yang bergerak di bisnis Creative Marketplace, biasanya memiliki kategori dan spesifikasi tertentu, seperti themeforest yang memproduksi web dengan spesialis template berbasis wordpress.

Serta template mobile, 3docean yang khusus menyediakan gambar dan model 3D, graphicriver dengan brushes photoshop, template desain serta vector, photodune yang menyediakan stock fotografi, serta yang lain.

3. Menjual Jasa di Website Freelancer

Koneksi internet yang mempersempit jarak, membuat proses jual beli bisa dilakukan cukup dengan duduk di depan komputer atau memanfaatkan smartphone dalam genggaman, begitu juga dengan transaksi jual beli jasa, lebih khusus jasa desain grafis.

Keberadaan situs yang mewadahi pembeli jasa dan pekerja lepas atau freelancer, membuat proses jual beli jasa menjadi semakin mudah.

Manfaatkan situs tersebut untuk mendapatkan order dari pencari jasa desain di luar negeri yang memberikan imbalan lebih besar dibanding pengguna jasa di dalam negeri.

Cukup banyak situs marketplace yang menghubungkan pencari jasa dengan freelancer, beberapa diantaranya adalah: elance, freelancer.com, jobstreet, jobsDB, peoplehour, freelanceswitch, Fiverr, serta yang lain.

4. Indirect Selling Design

Maksud dari indirect selling design, seorang desainer bertugas sebagai penyedia desain bagi produk yang dibuat dan dipasarkan oleh pihak ketiga. Produk yang dimaksud bisa berbentuk kartu ucapan, produk apparel seperti kaos, casing produk elektronik dan sebagainya.

Situs website yang melayani indirect selling design ini juga cukup banyak, seperti zazzle dan society6 yang melayani berbagai macam produk, designbyhuman dan tees yang khusus melayani produk apparel, serta yang lain.

Author: 
    author

    Related Post

    Comments are closed.